Main Article Content

Abstract

The objectives of this study to determine the comparison of the nutritional content of spinach cultivated hydroponically and non-hydroponically, especially the content of Vitamin C. This research was conducted at the Wire House Biology Laboratory of Padang State University in May - July 2020. This research is a descriptive study. The analysis was carried out Spinach Nutrition. Hydroponic spinach samples were obtained from the Hydroponic Community of West Sumatra in Alai Padang, while the non-hydroponic samples were purchased at Pasar Raya Padang, the analysis of vitamin C content was carried out by the Spectrophotometric Method. From the research that has been done, it is found that the average content of hydroponic spinach vitamin C is 1.45 ppm and non-hydroponic 1.60 ppm. The conclusion of the research is that the content of Vitamin C in hydroponic cultivated spinach is lower than that of spinach cultivated non-hydroponically.

Keywords

Hydroponics Spinach Spectrophotometry Vitamins C

Article Details

How to Cite
1.
Fevria R, Alicia Farma S, Vauzia, Edwin E, Purnamasari D. Comparison of Nutritional Content of Spinach (Amaranthus gangeticus L.) Cultivated Hydroponically and Non-Hydroponically. EKSAKTA [Internet]. 2021Mar.27 [cited 2022Nov.29];22(1):46-53. Available from: https://eksakta.ppj.unp.ac.id/index.php/eksakta/article/view/243

References

  1. Almatsier. (2001). Prinsip-Prinsip Ilmu Gizi. Jakarta : PT Gramedia PusakaUtama
  2. Annisava, A.R. 2013. Optimalisasi Pertumbuhan dan Kandungan Vitamin C kailan (Brasiccaalboglabra L.) Menggunakan Bokashi serta Ekstrak Tanaman Terfermentasi, Jurnal Agroteknologi, 3(2): 1-10.
  3. Combs, G.F.,dan McClung, J.P.2017.The Vitamins Fundamental Aspects in Nutrion and Health, London: Elsevier
  4. Duaja, Made Devani. 2012. Pengaruh Urea, Pupuk Organik Padat dan Cairan kotoran Ayam terhadap Sifat Tanah, Pertumbuhan dan Hasil Selada keriting di tanah Inceptisol Program Studi Agroekoteknologi. Fakultas Pertanian Universitas Jambi, 1(4): 236-237.
  5. Goldstein, C.M., dan Goldstein, M.A (Ed.). 2018. Vitamin and Minerals Fact versus Fiction.California: Greenwood
  6. Hedren, E., Diaz, V. and Svanbewrg, U. (2002). Estimation of carotenoid accessibility from carrots determined by an in vitro digestion method. European Journal of Clinical Nutrition Vol. 56:425–430. DOI:10.1038/sj.ejcn.1601329.
  7. Hidayanti, L., and Kartika, T. 2019, PengaruhNutrisiAb Mix terhadap Pertumbuhan Tanaman Bayam Merah (Amaranthus tricolor, L.) secara Hidroponik, Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam., 16(2), 166-175, doi: 10.31851/sainmatika.v16i1.3214.
  8. Jalil Abdul, 2017. Sistem Kontrol Deteksi Level Air Pada Media Tanam Hidroponik Berbasis Arduino Uno. Jurnal IT Volume 8(2).
  9. Khridhianto, R. 2016. “Pengaruh Macam Media Tanam dan Kemiringan Talang terhadap Pertumbuhan dan produksi Bayam Merah (Amaranthus tricolor L.) pada Sistem Hidroponik NFT, Skripsi, 66 Hal, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Sidoarjo, Indonesia, November 2016.
  10. Kirnoprasetya, I., danYuniwat, E. D. 2020. Limbah Apel untuk Nutrisi Hidroponik, Yogyakarta : Bildung.
  11. Krismawati, a. 2012. Teknologi Hidroponik Dalam Pemanfaatan lahan Pekarangan, Malang: BPTP.
  12. Kurniawan, M, Izzati, Nurchayati, Y. (2010). Kandungan Klorofil, Karotenoid, dan Vitamin C Pada Beberapa Spesies Tumbuhan Akuatik. Buletin Anatomi dan Fisiologi XVIII (1): 28-40.
  13. Lingga, P. 2005. Hidroponik Bercocok Tanam Tanpa Tanah. Penebar Swadaya. Jakarata.80 Hal.
  14. Luditasari, D.F.A, Puspitasari, A. and Lestari, I. 2019. Aktivitas Antioksidan daun Bayam Merah (Amaranthus tricolor L.) dan daun Kelor (Moringaoleifera Lamk) Segar dengan Pengolahan, Analis Kesehatan Sains, 8(2), 2320-335.
  15. Marbun, C. 2018.”Penetapan kadar Vitamin C dalam Bayam Merah (Amaranthus tricolor L.) secara Titrasi Iodimetri,” Karya Tulis Ilmiah, 40 hal, Politeknik Kesehatan Medan, Medan, Indonesia, Agustus 2018.
  16. Ngibad, K., and Herawati, D. 2019.”Perbandingan Pengukuran Kadar Vitamin C Menggunakan Spektrofotometri UV-VIS pada Panjang Gelombang UV dan VISIBLE, Borneo Jurnal of Medical Laboratory, 1(2), 2622-6111.
  17. Pebrianti, C., Ainurrasyd, RB., and Purnamaningsih, S.L. 2015.” Uji Kadar Antosianin dan Hasil Enam VarietasTanaman Bayam Merah (Alternanthera amoenavoss) pada Musim Hujan, Jurnal Produksi Tanaman, 3(1), 27-33.
  18. Rachmat Yuda Kosmawara dan Nurkadarisman. 2016. Otomisasi Pengendalian Cara Pengairan dan Pemberian Nutrisi Pada Sistim Tanam Hidroponik Untuk Tanaman Selada (Lactuca Sativa L.) Jurnal Fisika.
  19. Rahmawati, F., and hana, C. 2016. Penetapan Kadar Vitamin C pada Bawangputih (Allium sativum L.) dengan Metode Iodimetri, Jurnal Ilmufarmasi, 4(1), 2089-1458.
  20. Roidah Ida Syamsu. 2014. Pemanfaatan Lahan dengan Menggunakan Sistem Hdiroponik. Jurnal Universitas Tulungagung Bonorowo 1(2): 43-49.
  21. Rosmainar, L., Ningsih, W., Ayu, N.P., and Haula, N. 2018. “ Penentuan Kadar Vitamin C beberapa Jenis Cabai (Capsicum sp.) dengan Spektrofotometri UV-VIS, Jurnal Kimia Riset, 3(1), 2528-0422.
  22. Samadi, B. 2013. Budidaya Intensif kailan Secara Organik dan Anorganik.Pustaka Mina. Jakarta. P 48-105.
  23. Sarido, L., & Junia. 2017. Uji Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Pakcoy (Brassica rapa L.) dengan Pemberian pupuk Organik Cair Pada Sistem Hidroponik, Jurnal Agrifor, Vol. XVI, 65-74.
  24. Sediaoetama. (1999), Ilmu Gizi Untuk Mahasiswa dan Profesi di Indonesia. Jakarta: PT Dian Rakyat
  25. Silvester, M. Napitupulu, A.P. Sujalu, 2013. Pengaruh Pemberian Pupuk Kandang Ayam dan pupuk Urea Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Kailan (Brassica oleraceae L.).Agrifor, 12(2): 206-211.
  26. Sulistyaningrum, N.2014. “Isolasi dan Identifilasi Struktur Karotenoid dari Ekstrak Bayam Merah (Amaranthus tricolor L.), Jurnal Kefarmasian Indonesia, 4 (2), 75-82.
  27. Supriati, Y Dan E. Herlina. 2014. 15 SayuranOrganikDalam Pot. Penebar swadaya. Jakarta. 148 Hal.
  28. Tallei, T.E, Rumengan, I.F.M., dan Adam, A.A. 2017. Hidroponik untuk Pemula, Manado; Universitas Sam ratulangi.
  29. Tim Penyusun, 2019. PenuntunPratikumBiokimia. Padang :Universitas Negeri Padang.
  30. Wahyuni, DT danWijanarko, S.B. (2015). Ekstraksi Karotenoid Labu Kuning dengan Metode Gelombang Ultrasonik, Jurnal Pangandan Agroindustri Vol. 3 No 2 p.390-401. URL:https://jpa.ub.ac.id/index.php/jpa/article/viewFile/155/164
  31. Hartanto, I., & Fevria, R. (2019). Analysis of the addition of manure to the lettuce (lactuca sativa l.) Growing media with the verticulture methode in the city of Padang Panjang. Menara Ilmu, 13(11).
  32. Hartanto, I. R. Fevria. (2019). Analisys of Kale (Brasiccaoleraceae) Crop Cultivation using VerticultureMethode in The city of Padang Panjang.Journal of Physics, Conference Series 1317 (1) 012073.